Loading...

Sejarah Kaum LGBT

2. Sejarah kaum LGBT a. Di zaman Nabi Luth ASLuth adalah anak saudaranya Nabi Ibrahim AS. Ia ikut pindah bersama Nabi Ibrahim dan pengikutnya ke Palestina. Sesudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Nabi Luth AS ditugaskan untuk berdakwah di Negeri Sadum (Sodom). Penduduk negeri sodom ini sangat durhaka dan sangat bejad moralnya. Kaum Sodom tidak menyetujui adanya perkawinan, bahkan kaum laki-laki menyukai sesama kaum laki-laki dan perempuan menyukai sesama perempuan. Inilah kebiasaan bejad yang disebut  Homosexual (Gay) dan Lesbian. Jadi jangan mengira homosexual dan lesbian itu perilaku manusia  modern. Ini sudah ada sejak dahulu kala dan sangat kuno, bejad, mesum dan sesat, lebih hina dari pada binatang, karena binatang saja hanya mau mengawini lawan jenisnya.Disamping itu mereka suka merampok, menyamun, mencegat orang di tengah jalan untuk diambil hartanya dan menculik para pemuda untuk diperkosa. Perbuatan-perbuatan keji ini dikecam oleh Nabi Luth AS dan ia memperingatkan kaumnya akan siksaan allah swt, akan tetapi mereka juga tetap membangkan dan sombong. Pada suatu hari ada tiga tamu lelaki datang ke rumah Nabi Luth AS, tika lelaki itu wajahnya tampan dan kulitnya lembut. Sudah menjadi kebiasaan kaum sodom untuk merampas dan merebut lelaki tampan dan perkasa untuk diperkosa. Nabi Luth AS pun khawatir jika ketiga tamunya akan mengalami nasib yang tragis seperti itu. Tidak berapa lama kemudian datanglah berbondong-bondong penduduk sodom ke rumah Nabi Luth AS. Mereka berdiri tepat di depan rumah Nabi Luth yang tertutup rapat, mereka berteriak agar Nabi Luth menyerahkan ketiga tamunya. Nabi Luth heran sebab tidak seorangpun tahu tentang adanya tamu yang hadir di rumahnya, tentu ada yang menjadi pengkhianat di dalam keluarganya.Untuk mengawasi hal ini Nabi Luth AS mencoba membujuknya dengan menawarkan putri-putrinya untuk dikawini, dengan syarat mereka tidak mengganggu tamu-tamunya, namun orang-orang itu tetap bersikeras untuk melaksanakan keinginan mereka. Ketika mereka tetap pada pendiriannya, maka malaikat-malaikat itu membutakan mata mereka, sehingga gagallah upaya mereka dalam keadaan terhina. Allah SWT berfirman :“Sesungguhnya mereka membujuk Luth supaya menyerahkan tamu-tamunya (supaya berbuat jahat dengan mereka), maka kami butakan mereka seraya kami katakan : rasakanlah olehmu akan siksaanku dan ancamanku” (Q.S. Al-Qomar : 37)Malaikatpun mengungkapkan kepada Luth tentang diri mereka yang sebenarnya dan memberitahukan bahwa mereka datang untuk membinasakan kaumnya dengan membutakan mata mereka, sehingga mereka tidak dapat menyelamatkan diri, kemudian menyelamatkan Nabi Luth dari kejahatan mereka. Maka para malaikat itu berkata kepadanya : “Mereka tidak akan dapat mengganggu kami, oleh karena itu pergilah engkau bersama keluargamu diwaktu malam dari desa ini dan jangan menoleh seorangpun diantara kamu ke belakang supaya tidak melihat kengerian siksaan. Adapun istrimu yang telah mengkhianatimu tidaklah ia keluar bersamamu lantaran ia akan ditimpa siksaan bersama kaummu dan waktu kebinasaan mereka adalah subuh yang akan segera tiba”. Ketika datang siksaan Allah, maka Allah menjadikan tanah desa yang tinggi dan didiami oleh kaum Luth menjadi rendah, kemudian menghujani dengan batu-batu dari tanah keras yang berjatuhan diatas mereka secara berturut-turut. Demikian hebatnya siksaan Allah yang ditimpakan dengan segera kepada orang-orang yang dzalim dan fasiq. Daerah yang ditimpa siksaan itu sekarang dikenal dengan nama laut mati atau danau Luth. Sebagian ulama berpendapat, bahwa laut mati sebelum peristiwa itu tidak ada. Ia timbul dari gempa bumi yang menyebabkan dataran tinggi di daerah itu menjadi rendah 400 m dibawah permukaan laut. (AL-Hamid, 1992 : 46) b. Di IndonesiaKaum LGBT di indonesia setidaknya sudah exist sejak tahun 1960-an, ada yang menyebutkan tahun 1920-an. Namun pendapat yang paling banyak menyebut fenomena kaum LGBT ini sudah mulai ada sekitar tahun 60-an. Lalu ia berkembang pada dekade 80-an, 90-an dan meledak pada era milenium 2000 hingga sekarang. Kini di era globalisasi, kita mendengar kabar yang gagap gempita tentang sejumlah negara yang sudah mengesahkan (melegalkan) perkawinan sejenis. Tuntunan legalisasi kawin sejenis itupun telah lama melanda indonesia. (http://erfabuana.wordpress.com/2016/03/19/lgbt - dalam - prespektf – Negara – hokum - indonesia).Tahun 2006 di yogyakarta ditetapkan satu dokumen bernama “The Yogyakarta Principles” (Prinsip-prinsip Yogyakarta), berisi tentang penerapan hukum hak asasi manusia Internasional dalam kaitannya dengan orientasi seksual dan identitas gender. Wikipedia mencatat, bahwa dokumen ini adalah seperangkat prinsip-prinsip yang berkaitan dengan orientasi seksual dan identitas gender, Jadi kaum LGBT dan pendukungnya, memang sedang bergerak secara sistematis untuk memperjuangkan pengesahan perkawinan sesama jenis di indonesia. Salah satu gerakan itu misalnya, mengusung jargon indah “Indonesia Tanpa Diskriminasi”. Gerakan ini secara terbuka memperjuangkan pengesahan legalitas pekawinan sesama jenis. (Husaini, 2015:29).

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

{}